Keluarlah dari Tembok Eksklusif Pendidikan | Selamat Hari Pendidikan Nasional

. . Tidak ada komentar:
Keluarlah dari tembok eksklusif pendidikan! Berdiri di atas panggung konferensi, di ruang kelas dan di atas mimbar-mimbar masjid tidaklah kelihatan gagah sebelum mencicipi pahitnya mendidik di lorong-lorong sempit, di bawah jalan layang dan warung-warung. Bagaimana civil society (masyarakat madani) terwujud kalau ilmu masih terkurung di balik tembok elit ruang ber-AC dan berkursi empuk, sedangkan para begundal masih saja berjalan di atas masa depan anak cucu kita.
Ilmu pengetahuan harus dinikmati oleh semua segmen masyarakat, dari kaum kaya hingga miskin, bermoral hingga amoral, dari yang mau hingga yang tak mau belajar. Seberapa banyak orang yang hadir di seminar-seminar, kuliah umum dan tabligh akbar, sebanyak itu pula yang jumlah orang bodoh dan para kriminal.

Sejatinya, kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan akan membentuk masyarakat yang berkarakter. Standar keberkahan ilmu bisa dilihat dari perilaku masyarakat. Kehancuran moral adalah hasil dari proses transfer ilmu yang error. Apakah ilmu sudah sampai ke akar rumput masyarakat atau hanya sampai di kepala para manusia di dalam tembok eksklusif itu. Atau ada rasa gengsi tranfer ilmu dan berdakwah di tengah-tengah masyarakat?

Tantangan bagi para akademisi dan dai, berkarir dan berdakwah di perkotaan memang terlihat menarik. Namun di pelosok negeri sana masih ada kampung yang belum punya sekolah dan masjid. Silahkan dipertimbangkan lagi untuk "mencari aman" dengan menerima slip gaji dan amplop ceramah. Jadilah bos dan berpikirlah untuk membangun sekolah dan pesantren baru. Membuat komunitas dakwah khusus anak under ground. Indonesia masih luas wahai para akademisi dan dai! Semua lapisan masyarakat harus menikmati lezatnya ilmu dan Islam. 

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Semoga kita bisa keluar dari tembok ilmu yang eksklusif itu! ^_^      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut