Tak Butuh Waktu Lama untuk Menuntaskannya

. . Tidak ada komentar:
Hari ini kembali tertunduk malu dihadapan syeikh Khalid. Sesaat setelah menyantap makan siang, aku menghampiri beliau dan bertanya padaku, "Sudah siap?" Akupun menjawab, "Dua halaman saja syeikh". Kukatakan dengan suara sayup-sayup sampai dan beliau lantas mengangguk. Kumulai dengan ta'auz dan membaca hafalan Al-Qur'anku dihadapan beliau, dua halaman saja. Setelah selesai beliau bertanya lagi, "Hanya segitu saja?". "Ya" jawabku lesu.

Pekan ini memang semangat tahfizhku agak kendor. Biasanya sekali setor berkisar sekitar 6 sampai 8 halaman perhari kecuali hari Jum'at karena libur. Pekan terakhir ini juga, tak hanya setoran sedikit, tapi hafalanku juga hancur. Dan kuakui, aku juga sering bolos gara-gara ada kesibukan lain. Astaghfirullah.

Masih tergiang pesan yang sering bersiliweran digendang telinga, "Al-Qur'an Tak Bisa Dimadu", dan ternyata memang benar. Sepekan terakhir ini Al-Qur'an hanya diberi space disisa-sisa waktu dan akhirnya begitulah yang terjadi. Syeikh Samih juga pernah menasehatiku saat aku dulu sering bolos. Ketika kukatakan aku hanya masuk 4 kali seminggu, beliau malah memintaku hadir tiap hari walaupun dalam masa ujian semester. Ya memang begitu seharusnya, harus total kalau mau hafizh. Jangan biarkan aktifitas lain memporsir waktu paling banyak sedangkan untuk Al-Qur'an hanya beberapa saat saja. Sekali lagi, "Al-Qur'an Tak Bisa Dimadu". Sejak hari itu aku masuk tiap hari kecuali hari Jum'at. Untuk selanjutnya kukan korbankan salah satu jadwal regulerku agar fokus tahfizh. Insyaallah kalau istiqamah, tak lama lagi semuanya akan tuntas. :)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut