Aku Jingga

. . Tidak ada komentar:

Jika aku jingga
Lihat aku dari pinggiran
Tak usah kau berlayar mengejar
Kukan hilang dan tenggelam
Dan kau beku diterpa malam

Ku kan selalu ada
Disetiap senja menghiasi matamu
Sejenak saja
Hingga kau tersenyum
Ku kan kembali hengkang

Jika ku tak lagi jingga
Jika ku abu-abu
Ku tak melihatmu di tepian
Kemana rintik hujan membawa senyum
Tataplah aku walaupun buram

Jika ku kembali jingga
Pulanglah senyum!
Ada secangkir senja untukmu
Seruputlah seteguk saja

Dan sore ini tanpamu
Namun ada senyum lain dekat mercusuar
Ah sebenarnya jingga ini hanya untukmu
 

Cinta itu dilema. Antara kau harus mengejar atau menikmati sensasinya dari kejahuan. Cinta itu datang dan pergi. Ketika dia pergi, akan ada pengganti. Santai saja. Itu biasa. Dan makna lain yang tersirat dalam puisiku ini, puisi "mabuk" dipermulaan musim dingin.

Kairo, 18 November 2013 | 22.57 CLT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut