"Saya Kecewa pada Pak SBY"

. . Tidak ada komentar:
 
"Saya kecewa pada Pak SBY!" kata salah seorang temanku. Waktu itu presiden SBY yang terhormat berkunjung ke Mesir untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI ke-12. Para mahasiswa Indonesia di Mesir spontan senang mendengar kabar baik tersebut, barangkali Pak SBY juga akan menyempatkan untuk bertemu dan bertatap muka dengan duta-duta bangsa di luar negeri sini.

Hari berganti hari hingga keluar pengumuman dari KBRI Kairo bahwa Pak SBY akan berkunjung ke lokasi pembangunan asrama mahasiswa Indonesia di komplek Al-Azhar. Maka saat itu dunia maya mulai "panas" tentang keputusan yang dianggap kurang tepat itu. Bukankah sebaiknya KBRI mempertemukan mahasiswa dan SBY dalam sebuah diskusi atau dialog kebangsaan? Bukankah itu jauh lebih produktif dan bermafaat dari pada sekedar mengunjungi dan meresmikan pembangunan asrama itu? Maksud saya, mengapa harus mengahadirkan mahasiswa di lokasi disaat cuaca yang sangat dingin? Spekulasi demi spekulasi semakin bermunculan. Hingga akhirnya memang keputusan itu adalah keputusan yang sudah bulat dan tidak bisa dibatalkan lagi. OK lah kalau begitu, mungkin saat di lokasi pembangunan nanti akan ada sedikit dialog dan ramah tamah dengan beliau.

Waktu itu tanggal 6 Februari 2013. Pagi-pagi sekitar pukul 07.00 dimusim dingin, dengan setelan batik dan jaket saya dan kawan-kawan (termasuk wartawan Hidayatullah, bang Surya) bergegas menuju kantor konsuler KBRI Nasr City karena ada bus jemputan yang akan mengantar ke lokasi. Saat itu saya kembali berpikir, seandainya saja anggaran penyewaan bus-bus itu dialokasikan untuk menyewa sebuah aula pertemuan untuk dialog kebangsaan. Manfaatnya kongkrit! Ah, barangkali SBY takut bertemu mahasiswa.

Sekitar setengah jam akhirnya bus sampai di lokasi asrama yang terletak di Hayy Sadis. Sudah banyak mahasiswa disana termasuk siswa-siswi Sekolah Indonesia Cairo (SIC). Mereka berjejer rapi menyambut rombongan presiden sambil memegang bendera mini merah putih. Setelah menunggu sekitar satu jam ditengah suasana yang dingin, akhirnya rombongan presiden datang. Mereka berjalan diatas karpet merah, menyapa dan menyalami beberapa orang mahasiswa seraya terus berjalan menuju semacam panggung yang sudah disiapkan. Setelah rombongan disambut oleh Wakil Grand Syeikh Al Azhar, Syeikh Abdu Tawab Qutub,  Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar dan para masyaikh lainnya, presiden pidato dihadapan semua hadirin berbahasa Indonesia yang ditranslet oleh penerjemah. Yang paling saya ingat dari pidato itu, SBY mengatakan, "Saya titip anak-anak dan mahasiswa Indonesia untuk ditempa jadi tokoh di negaranya dan dunia." Itu saja, selebihnya saya lupa. Setelah pidato berakhir, rombongan mengecek pembangunan dan akhirnya pergi begitu saja. Tak lebih dari setengah jam Pak SBY bersama kami. Tak ada diskusi, ramah tamah atau apalah namanya. Padahal mahasiswa sini sangat merindukan pertemuan dan mendapatkan motivasi dari orang nomor satu di Indonesia itu. Dan akhirnya apa yang kami dapatkan? Nggk ada bung! Kasihan pada teman-teman yang rela berdingin-dingin dalam waktu yang panjang.  "Saya kecewa pada Pak SBY!"


Dokumentasi foto lengkap klik disini.

        

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut