3 Kisah Cinta

. . Tidak ada komentar:
Kisah 1:
Sepasang muda mudi baru saja menjalin ikatan tanpa ikatan, maksudku mereka baru saja jadian. Hubungan mereka bisa dikatakan cukup "mesra" layaknya amplop dan perangko. Hingga akhirnya ibu si pemudi ingin mereka menikah muda, menikah saat masih dalam proses kuliah di universitas ternama di Negeri Para Anbiya'. Malangnya orang tua si pemuda belum siap mereka hidup berdua. Akhirnya sang pemuda galau hebat. Sebagai anak yang berbakti pada orang tua, dia menolak untuk melepas masa lajangnya. Dan akhirnya…

Tiba-tiba disuatu hari tersebar undangan pernikahan sang pujaan hati dengan jagoan lain. Ditambah lagi kicauan ibu sang kekasih di tweetland yang mengiris-iris hati. "Nggk gentle"-lah, nggk "bertanggung jawab"-lah dan lain-lain sebagainya. Itu katanya. Dia curhat ke saya waktu itu. Hatinya harus masuk UGD saudara-saudara!

Nah! Kebetulan si pemuda adalah top leadernya sebuah organisasi mahasiswa Indonesia di Negeri Para Anbiya' ini. Biasanya acara walimah dan akad nikah disini adalah tanggungjawab  organisasi. Maka kisah duka bertambah episode. Dia dan jajarannya harus menyukseskan akad nikah dan walimahan sang pujaan hati dengan laki-laki lain. Hatinya koma.

Dihari H dia hadir dalam acara yang sangat sakral itu. Hari itu langit seolah-olah runtuh menimpa. Hati hancur namun senyum tetap harus bersemi walau apa adanya. Wajahnya mengkhianati raut mukanya. Pedih sangat. Satu yang menciptakan decak kagum para hadirin, dia hadir sebagai penkhutbah nikah.

Kisah 2:
Ini kisah sahabat saya. Dia kecantol dengan seorang wanita sholehah di ibu kota. Tak hanya sholehah, tapi juga hafal Al-Qur'an! Maka jadilah sang bidadari qurani ini tercatat dalam hatinya. Dalam diam dia memendam cinta, namun tak diungkapkan. Kerenlah pokoknya.

Karena sudah ditakdirkan berpisah jauh, maka berangkatlah dia ke (lagi-lagi) Negeri Para Ambiya' dan tak lupa membawa semacam buku trik ngetop menghafal Al-Qur'an yang diphoto copy dari si doi. Semoga menginspirasi menjadi seorang al-hafidz dan menjadi pendamping sang al-hafidzah.

Bulan demi bulan berlalu hingga terdengar kabar si doi sudah menikah dengan seseorang. Seseorang itu tak sembarangan orang loh!  Dia laki-laki yang juga hafal Al-Qur'an dan tempat dimana si doi dulu nyetor hafalannya. Maka jadilah sahabat saya ini galau cetar membahana badai. Status facebooknya tiba-tiba sendu. Dia Cuma bisa menatap koleksi foto pernikahan si doa di FB dengan tatap kosong. Mmm… Kasihan sekali.


Kisah Tiga: (Bonus)
Beberapa hari lalu junior saya sedikit curhat. Dia bercerita apa adanya dengan gaya sedikit becanda. Ceritanya begini. Setelah pulang dari sebuah majlis ilmu, dia melihat wanita Mesir yang sangaaaaaaat INDAH! Parasnya elok, senyumnya sempurna, hijabnya lebar dan bla bla bla. Bagai bidadari surga! Ya, sepertinya itu sosok yang ideal menurutnya. Yang saya sesali adalah kelanjutan dari ceritanya itu, dikatakan bahwa dia selalu jatuh cinta kalau melihat wanita yang parasnya sempurna. Beuh… Prettt ini mah…    

Jadi apa maksud saya menulis kisah nyata ini? Ya setidaknya kita dapat mengambil pelajaran sebelum mengarungi samudra cinta, salah satunya:

Izin dulu baru cinta! Banyak orang gagal naik kebahtera rumah tangga gara-gara tak dapat izin orang tua. Padahal perjalanan cinta mereka sudah berjalan begitu lama. "Cintaku Kandas disunat Emak!" Ya, seperti kisah pertama tadi.

Solusinya? Dari pada ngabisin waktu buat cinta, lebih baik fokus masa depan, persis seperti kisah ke-2. Merasa sudah layak berdua? Maka curhatkan isi hati anda ke ibu bapaknya. Kalau kurang beruntung, setidaknya kita (maksud saya ANDA Hahaha)  tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal abstrak yang tak tau ujungnya. Kalau memang cinta, mengapa tak langsung eksekusi saja? Tanpa ada "santapan-santapan" pembuka! Sikat aja men!

Kita berdoa kepada Allah agar diberikan cinta disaat yang tepat. (Aamiiin!) Dan mendapat istri/suami yang diinginkan. (Aamiiin!!!!) Sholeh/sholehah dan hight quality! (Aamiiin!) *Pake TOA masjid*



       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut