Bermanfaatkah?

. . Tidak ada komentar:


Ternyata aku telah melupakan kebiasaan lama yang membuat hari-hari penuh arti. Biasanya sebelum melakukan segala hal maka aku selalu bertanya pada diri sendiri, "Apakah ini bermanfaat atau tidak?"

OK kawan, kan kuceritakan sejenak tentang segalanya. Dulu sebelum pertanyaan itu bergelayutan dalam fikiranku, banyak hal yang seharusnya tidak kulakukan tapi akhirnya kulakukan. Pergerakan jarum detik dalam keseharianku hanya berputar disekitar aktifitas yang tidak bermanfaat dan kurang produktif. Simpel saja, misalnya saat pergi ke pusat perbelanjaan, yang awalnya tidak ada niat untuk membeli sesuatu akhirnya sesuatu itu terbeli juga. Padahal yang dibeli sama sekali tak ada gunanya atau belum saatnya aku memilikinya. Hal seperti ini sering terulang hingga sampai pada sebuah perenungan dan tafakkur panjang yang berujung pada muncul sebuah pertanyaan ajaib, "Apakah ini bermanfaat atau tidak?"

Semenjak "didekrasakinnya" motto hidupku itu, apapun aktifitas yang akan kulakukan selalu diawali dengan pertanyaan tersebut, "Apakah ini bermanfaat atau tidak?" Ketika kufikir itu tak bermanfaat, aku lantas meninggalkannya dan melakukan aktifitas lain. Dan ternyata pertanyaan 5 kata itu menjalar kesegala lini dalam kehidupan ini termasuk tentang cita-cita yang harus kucapai. Misalnya ketika dulu kubercita-cita ingin mahir bermain gitar, setelah bertanya pada diri sendiri apakah itu begitu bermafaat bagiku dan orang lain? Apakah itu hanya sekedar untuk bersenang-senang? Pantaskah seorang aku melakukannya atau tidak? Dan pada akhirnya kuputuskan untuk memblack list target itu. Persetan dengan gitar!

Mungkin ratusan target tertulis dalam buku impian kita, maka pertanyaan tadi adalah selektornya. Dia akan menyeleksi apa saja yang berhak masuk dalam kawasan prioritas karena punya prospek besar untuk maslahat pribadi dan umat manusia. Banyak manusia gagal karena memprioritaskan hal remeh temeh. Target-target agung hanya menjadi angan-angan lantaran dinomor duakan. Maka jadilah hidup ini tak berarti. Apa yang mau "dibanggakan" dihadapan manusia dan Tuhan?

Melalui tulisan ini, kucoba lagi menata diri seperti yang dulu. Semoga ada manfaat yang bisa  sobat-sobat petik. Bismillahirrahmanirrahim! Ingat selalu pertanyaan itu, "Apakah ini bermanfaat atau tidak?"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut