Twit-twit Bersyair @salmanpiar

. . Tidak ada komentar:
Ritme sastra pena-Nya goreskan senyum
Walau bulan tersemat di barat atau pun di timur
 Sabit dan purnama tak berkasta!

**********

Seanggun tulip
Mata pun lupa cara berkedip
Menyala dan menyala lagi
Lantas hujaman debu menggagahi

**********

Tiga Belas tak jera menyapa
Entahlah dengan Dua Puluh Satu
Tak sadarkah ajal sisa sehasta
Lagi-lagi sapa ditimpal beku

**********

Senda gurau malam terdengar sayup
Ocehannya mengghibahi kecongahan siang.

**********
Merangkak akal iringi detak kejeniusan
Namun memang belantara benak terpaut labirin kebuntuan
Ya sudahlah :(

**********

Tentang secarik kain yang dangkal
Mendalamkannya sejengkal kan silaukan seonggok bola jelalatan. #Jilbab

**********

Kawanan pemilik ketulian tetap beku dihadapan layar-layar yang mati
Panggilan Tuhan tak ubah seperti nyanyian peri.

**********

Retinamu tangkap gerakku
Lantas berpaling dan berulang 5 dan sekian kali
Dan desiran2 ambigu? Ghaddul bashar hei Ukhti...

**********

Sirnakan sayatan perih
Titipan kelu hilir mudik, buih menyertai
Maka selayaknya bengis samudra membawa pergi

**********

Tegukan terakhir bawaku terbang
Andai kau nyata, tentu kita kan melayang diatas gepulan uap #Nescoffe ini

**********

Diantara serdadu malam
Ternyata kita tak gentar dengan hentakan pelatuk bedil pengoyak 'azzam. #MaksudLoe? :D

**********

Ada badai diatara gurat sendu nan membangkai
Ringsokan jiwa menjelatai sudut2 tatapan kosong
Dan detakan jantung?

**********

Lebih baik kita memukat duka, mengeja derita
Kesia-siaan detik yang tergelimpangan tak ubah seperti lilin dan matahari mati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut