Alek Gadang KMM Mesir | #Gebyar56KMM

. . 1 komentar:


Adalah sebuah kebahagian ketika  bisa bekerja maksimal dalam suatu acara besar. Dan itu saya rasakan pada malam ketika  acara Alek Gadang KMM Mesir, sebuah event terbesar dalam sejarah Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau (KMM) Mesir.

Singkat saja, acara ini hanya bermodal nekat. Kita sadari bahwa kita kekurangan segalanya. Kekurangan dana! Kekurangan tenanga berhubung tidak banyak yang siap jadi panitia karena makin dekatnya waktu ujian semester. Bahkan waktu pun terkesan terlalu dipaksakan. Hingga otak saya menerjemahkan segala kondisi ini dengan satu kata saja, "PESIMIS" dan satu kalimat, "MASA BODO, KITA JALANI SAJA!" Yang penting kita matangkan konsep acara, persiapan yang maksimal namun minimalis dan seterusnya. Ya sudahlah, kita lihat saja nanti.

Pada hari H, Minggu (21/4/2013) sejam menjelang acara. Kita sempat frustasi karena pengunjung baru segelintir orang sementara bangku yang tersedia sekitar 400. Bukankah kita sudah optimal dalam publikasi? Ini semacam ada penyesalan mengapa kita nekat membuat acara di Auditorium Sholah Kamil ini. Auditorium yang biasa dipakai oleh organisasi sekaliber PPMI ini terasa terlalu megah dan luas untuk organisasi kekeluargaan seperti KMM. Dan kita kekeluargaan pertama yang mengadakan acara disini. Ditambah lagi tempat ini jauh dari domisili mahasiswa Indonesia terkhusus yang berasal dari Sumatra Barat? Hah, nekat betul.

Detik terus berlalu. Menit demi menit membuat senyum ini semakin mekar. Pengunjung mulai berdatangan lebih banyak. Saya lihat segerombolan mahasiswa asal Jakarta juga datang memeriahkan acara kita warga Minang di Mesir. Disusul rekan-rekan mahasiswa dari Jawa Barat, Sulawesi dan berbagai daerah lainnya. Pegawai local staff dan home staff KBRI Kairo juga banyak yang hadir. Dan akhirnya pengunjung yang hadir membludak. Sungguh diluar prediksi. Alhamdulillah.

Dalam event kali ini internal KMM menampilkan beberapa seni Minangkabau, tari Pasambahan, lagu  Minang dan yang paling memukau penonton adalah tari Indang dan silek Harimau. KMM juga memberikan space waktu untuk perform kesenian dari kalangan eksternal KMM. Kekeluargaan Paguyuban Jawa Barat (KPMJB) membawakan lagu Ayam Den Lapeh diiringi musik Angkung. Perpaduan antara dua kesenian ini membawakan sensasi yang berbeda. Juga ada penampilan bocah-bocah imut dari TK Aisyiah Bustanul Athfal. Tingakah lucah mereka membuat riuh para hadirin. Juga ikut berpartisipasi tim nasyid accapela Nuzhaa membawakan lagu Takana Jo Kampuang dan puisi oleh FLP Mesir.
Alhamdulillah acara berjalan meriah diluar prediksi kita. Setelah acara berakhir banyak yang memberikan apresiasi kepada KMM baik secara langsung maupun melalui dunia maya (FB dan twitter). Berikut yang sempat saya rangkum:

"Salamo ambo di Mesir, ikolah acara KMM paling mantap. #gebyar56KMM" @udaici on twitter ~Ketua ICMI Orsat Kairo~

"Pergi ke Blok M untuk cari Duren | Acara HUT KMM, wow memang keren #Gebyar56KMM" @abunashar on twitter ~Direktur SINAI Mesir~

"Event organizing-nya keren" Miqdad ~Personil Nuzhaa~

"Weddeeeee rekor nih walopun ude 56 watt tetap setia nontonin HUTnye orang minang :) selamat eyya barokallah #Gebyar56KMM" @rimasofyan on twitter ~Mpok Jakarte~

"Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada pengurus KMM, panitia dan seluruh pihak yang sudah menyukseskan serta memeriahkan acara HUT KMM ke-56.
 

Kami pribadi tidak mengira acaranya akan sebagus itu. Ternyata KMM memiliki potensi yang sangat luar biasa. Tinggal satu pertanyaan yang harus dijawab dengan pengembangan diri untuk masa yang akan datang:
 

KAMA SAJO SALAMO KO?
 

Dengan adanya acara semalam, mudah-mudahan membangkitkan kembali geliat gerakan KMM ke depan, sehingga kelesuan dari kegiatan pada beberapa masa belakangan ini bisa terobati.
 

Kita harapkan KMM juga bisa go internasional seperti kekeluargaan yang lain. Seperti acara Indonesian Day beberapa waktu yang lalu seharusnya KMM tampil atau mahrajan internasional di Universitas Cairo. Tapi karena kita belum muncul dan kurang promosi, kita dianggap tidak ada oleh orang.
Hidup KMM dan selamat berkarya" Bang Zulfi Akmal ~Guru Sekolah Indonesia Cairo~
"Luar biasa acara HUT KMM Mesir ke 56. Berita acara ini layak untuk dipublish di media-media massa Sumbar hari ini atau esok.
Potensi-potensi seni rang mudo di perantauan juga sangat layak go internasional. Selama ini -setahu saya pribadi- di Kairo selalu tari Saman Aceh, Marawis Betawi, dan Angklung Jabar yang dihandalkan oleh KBRI Kairo untuk menjual budaya nusantara go internasional, kini saatnya rang mudo dari tanah bundo untuk juga ikut go internasional. 

Alfu mabruk untuk KMM Mesir. Bravo 'alaiku :)" Bang Alnof ~Senior KMM yang berada di Tanah Air~

Kabar-kabarnya berita tentang acara ini juga dimuat dikoran Sumatra Barat.

Untuk foto-foto acara liat disini.
Video Youtube lihat disini. 

Daaaan,fokus ujian semester lai sanak oi!!!! ^^
 
(Tulisan kejar tayang lagi. Yang penting saya tak mau melewatkan satu moment pentingpun dalam blog ini. Hehehehe...)

    


1 komentar:

  1. Memang subana rancak HUT KMM du. Semoga rakyat KMM bisa lebih aktif dan tidak mau terkekang oleh perkataan orang lain
    :)

    BalasHapus

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut