Khotbah Perdana Dr. Yusuf Qardhawy di Mesir

. . Tidak ada komentar:
Jum'at (16/11/12) merupakan hari bersejarah bagi dunia Islam. Hari ini Dr. Yusuf Qardhawy, alumni terbaik Universitas Al Azhar berkesempatan berkhutbah untuk pertama kalinya dalam sejarah di Mesjid Al Azhar dimana beliau dibina menjadi sosok ulama yang luar biasa.

Pagi itu sekitar jam 09.30 pagi, seorang sahabat mengabarkan bahwa tiga shaf pertama masjid Al Azhar sudah penuh oleh jamaah. Setahu saya, masjid Al Azhar adalah salah satu masjid terbesar di Mesir maka bisa dibayangkan jumlah 3 shaf jamaah.  Subhanallah, itu artinya diperkirakan sekitar jam 8 pagi jamaah sudah mulai memadati masjid sedangkan waktu Jum'at sekitar pukul 11.42 CLT. Memang sebelumnya diberitakan di ikhwanonline bahwa kader Ikhwanul Muslimin diinstruksikan hadir pada khotbah yang bersajarah tersebut sekaligus disambung demo mengutuk agresi Zionis terhadap Palestina. Saya mempergegas langkah, rugi rasanya kalau mendapatkan shaf paling belakang apa lagi 2 sosok pemimpin yang paling disoroti dunia, Perdana Menteri Turki Racep Tayyip Erdogan dan Presiden Mesir Mohammad Morsi dikabarkan akan ikut jum'atan di Azhar.

Pukul 10.45 ruang utama masjid nyaris penuh. Sebisanya mencari celah biar dekat dengan sang khatib agung, namun memang semua sudah penuh. Biarlah dibelakang, yang penting bisa mendengar suara lantang beliau dibalik tubuhnya yang ringkih pada usia ke-87 tahun.

Pukul 11.35 Dr. Yusuf Qardhawy memasuki masjid. Takbir menggema disetiap sudut-sudut masjid. Ada sesuatu sensasi yang menyebabkan mata ini berkaca-kaca seakan ingin menumpahkan isinya. Penantian menjelma haru.  Takbir terus bergema, dengan kursi roda beliau diiring menuju mihrab. Tak bisa kulihat jelas, sebagian jamaah berdiri dan memberikan jalan masuk dan sebagian lain berdiri agar bisa melihat lebih dekat sosok yang dulu sangat ditakuti oleh rezim Mubarak. Jangankan memasuki masjid Azhar, bahkan beliau dilarang menetap di Mesir, tanah kelahirannya. Maka terlaknatlah para penguasa yang telah melecehkan ulama. Dan sekarang Allah telah memberi balasan.

Ada yang tertinggal, mana Erdagon dan Morsi. Apakah mereka dibelakang? Menyusulkah? Atau bagaimana? Setelah menunggu sampai Syaikh Yusuf Qardhawy naik mimbar dan adzan Jum'at dikumandangkan, mereka belum juga datang. Mmm… Ok… Mungkin protokoler kepresidenan diganti.

Pada pembukaan khotbah Dr. Yusuf Qardhawy bercerita bahwa beliau sudah menjejaki bumi untuk berkhotbah, di Eropa, Asia, Autralia dan seantero bumi lainnya, namun beliau belum pernah khotbah di masjid Al Azhar, masjid dimana beliau dikader menjadi mujaddid pada abad ini. Dan sekarang tiba saat dimana beliau menginjakkan kaki di mimbar kebesaran. Mimbar ulama-ulama ternama pernah berdakwah.

"Umat islam adalah umat yang kuat dan besar tak akan terkalahkan oleh musuhnya. Umat ini diberikan kitab yang abadi dan terpelihara hinga akhir zaman. Islam memiliki kekuatan peradaban sebelum peradaban-peradaban Barat.

Mesir disebutkan sebanyak 5 kali dalam Al Aqur'an. Tak ada negeri yang disebutkan dalam Al Qur'an seperti Mesir. Inilah Mesir, negeri umat Islam, negeri pemeluk kristen, negeri bangsa mulia yang telah mengajarkan dunia bagaimana idealnya sebuah revolusi. Revolusi adalah memberi bukan menerima, berjuang bukan mencari manfaat, mencurahkan seluruh kemampuan bahan hingga syahid.

Zaman para penguasa zhalim telah berakhir. Zainal Abidin di Tunisia, Qadafi di Libiya, Mubarak di Mesir dan Shaleh di Yaman. Masa mereka telah habis dan tak akan kembali lagi. Kecuali Asad yang sombong dan pembuat kerusakan yang menggunakan senjata-senjata yang tak sewajarnya dia gunakan menghadapi rakyat. Dia mengorbankan rakyat, anak-anak dan mereka yang tak berdosa hanya untuk ambisi kezalimannya. Rakyat Suriah berhak atas revolusi mereka.

Umat islam adalah umat yang kuat, memiliki kekuatan yang tak dimiliki oleh orang lain. Karena cita-cita syahid bagi mereka lebih kuat daripada senjata tercanggih yang ada di dunia ini.Syahid memiliki ruh dan ruh itu telah dimiliki oleh umat ini. Kita umat terkuat yang tak akan terkalahkan oleh Israel bangsa perusak di bumi ini sekalipun mereka menggunakan seluruh persenjataan yang mereka punya. Umat ini tak akan mungkin dihina dan ditindas selamanya, karena ini adalah umat Muhammad, Saw yang senantiasa siap untuk berperang dan terbunuh di jalan Allah.

Kita tidak menerima agresi Israel ke Gaza. Kenapa mereka diserang sementara mereka tak malakukan apa-apa. Mereka hanya berusaha membela diri, akan tetapi Israel telah berbohong pada dunia, pada sejarah dan pada realita atas sikap mereka. Sekali lagi Israel tak akan bisa mengalahkan dan melecehkan umat ini. Selamanya.

Ini seruan kita pada seluruh manusia,di Mesir luar Mesir. Kita memandang siapapun di dunia ini adalah saudara, kecuali mereka yang telah dikendalikan oleh hawa nafsu, yang menuhankan hawa nafsunya dan mengikuti syetan.

Kami mengajak manusia untuk memperhatikan akhlak dalam berinteraksi, karena inilah yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Dunia harus belajar dari akhlak Rasulullah.
Umat Islam harus menjaga persatuan, karena seorang mukmin dengan mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan. Seorang mukmin adalah saudara bagi yang lainnya. Umat Islam harus bersatu dalam kebenaran, kebaikan, perbaikan dan keadilan. Beritahukan kepada dunia bahwa kita adalah umat yang satu. Karena ibadah yang kita jalani sama di seluruh dunia, di Mesir, Indonesia, malaysia, Turki, Asia, Afrika dan seluruh penjuru dunia. Kita harus bersatu, menjaga dan saling membela. Jangan hanya diam ketika ada satu negeri Muslim terjajah. Harus ada sikap dan kepedulian. Katakan, "ini saudara saya dan saya saudaranya. Harus ada penjagaan dan pembelaan. Ini yg kita inginkan dari umat Islam.

Kepada Israel, waktu kalian sudah dekat. Allah tak akan membiarkan kezhaliman. Allah tak akan pernah lalai atas semua yang kalian perbuat.

Di tahun baru hijriyah ini, mari kita buka lembaran baru dalam kehidupan. Berinteraksi dengan kejujuran, ikhlas, amanah atas diri kita, amanah di hadapan Allah dan dengan orang lain dan belaku adil terhadap manusia.

Yakinlah, Allah akan memenangkan umat Islam atas musuh-musuh mereka. Kepada musuah-musuh Allah yang merasa lebih kuat dan menuombongkan diri, Allah akan membalas dengan cara yang tak pernah kalian duga.
  


Kira-kira itu isi khatbah beliau. Selesai shalat Jum'at, masjid kembali bergemuruh. Sorak-sorai yelyel menentang kekejian zionis dan Basar Al Assad menggema dari ribuan mulut tanpa henti. Tubuh ini merinding. Butiran bening nyaris bercucuran teringat jiwa-jiwa tak berdosa mati ditangan-tangan kotor musuh Allah. Allahu Akbar! Yang menarik adalah seorang bocah Suriah berumur sekitar enam tahun meminpin yelyel dan ikuti oleh para demonstran. Dr. Beltaghy, Anggota DPR dari FJP diarak didalam masjid guna memimpin yelyel. Dan di Mesir memamang sudah menjadi kebiasaan masjid dijadikan tempat ajak solidaritas umat Islam. Saat itu juga hadir Thal`at Afify (Menteri Wakaf Mesir) dan juga Shofwat Hijazy.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut