Lagu…

. . Tidak ada komentar:
Sepertinya seonggok kuman berbahaya menyerang kulit kepalaku. Bagaimana tidak, jemariku tak henti-hentinya menggaruk-garuk lantaran gatal. Sangat gatal! Tapi tidak segatal efek dari gigitan kepinding saat musim panas. Dan jangan bayangkan gayaku waktu itu kawan, karena kau pasti tidak bisa membedakan mana  monyet dan mana manusia.

Alhamdulillah ya, siang ini begitu cerah. Langit dengan hiasakan segumpal awan membentuk objek boneka bayi  itu membuatku berdecak kagum. Itu merupakan lukisan alam yang paling menakjubkan setelah awan yang membentuk tulisan Allah saat tsunami Aceh. Boneka bayi? Ah! Barangkali itu cuma ilusiku saja. Jangan-jangan ini efek dari foto yang kulihat beberapa saat yang lalu. Sebuah foto seorang mahasiswa Al Azhar yang sok mantap berinisial A sedang menggendong seorang bayi. Sungguh foto yang inspiratif! Terutama bagi kamu-kamu yang  dalam masa penantian. Hehehe…

Jam digital bermerek Q&Q kesayanganku menunjukkan jam 13.13. Lantunan lagu kasidah dengan judul "Selimut Putih" mengalir syahdu sekaligus menakutkan dari komputer Bang Ghafur. Bait lirik pertamanya saja cukup membuat jantungku keringetan dan seakan meloncat.

Ketika Izrail datang memenggil

Mayat terbujur dipembaringan

……………………………

Reff:

Bla bla bla bla…

Bla bla bla bla…

…………………………….

Sungguh sajak-sajak yang menakutkan dan menantang adrenalin. Ingin rasanyanya aku membawakan lagu ini sebagai hadiah ulang tahun salah seorang sahabat  pada bulan di Maret mendatang. Namun demikian, kita harus memberikan apresasi  yang setinggi-tingginya kepada sang penyanyi  atas dedikasinya mengingatkan manusia pada yang namanya zikrul maut. Ini merupakan salah satu wasilah bagi kita untuk terus bermuhasabah dan meng-upgrade diri kita ke arah yang lebih baik karena kita adalah arsitek kematian kita sendiri. Dan apakah kita mau mati dalam keadaan bermaksiat?

Pertama kali aku mendapat materi zikrul maut adalah saat masih SMP di Perguruan Islam Ar Risalah Padang  dulu.  Ust. Dzul Adli memaparkan panjang lebar tentang  materi tersebut di kelas. Rasanya seperti menghadiri kuliah umum di Harvard University dengan materi Kiamat di 2012 bersama kepala suku Maya dari Meksiko. Suasana senyap, tegang, pandangan fokus pada mulut dan mata beliau yang kadang membelalak beberapa inchi. Ruangan kelas seakan hampa dan tidak ada tanda-tanda kehidupan. Berbeda sekali kalau materi yang disampaikan adalah tentang Fiqh Mandi Wajib atau Fiqh Haid dan Nifas. Kelas sontak menjadi pasar raya Padang, ribut dan antusiasnya mintaampuuun. Bahkan ada yang minta jam tambahan yang memakan jam istirahat. Onde mande tuste,  kayaknya teman-teman aku ini baru pada baligh semua. Ckckckck… Cukup memprihatinkan. 
Selang beberapa menit, lagu berjudul "Selimut Putih" itu pun berakhir dan ditutup dengan irama naik turun yang khas dengan suara minor dari penyanyi  wanita itu. Alhamdulilah, lega terasa. Setelah lima menit terbang sejenak ke alam barzah dan sekarang aku telah kembali lagi di alam nyata.

Aku kembali fokus pada tugasku, meng-update dan modifikasi website PPMI Mesir. Sekarang aku sedang meng-upload foto-foto beberapa kegiatan dan mengunduh beberapa artikel. Ternyata meng-uploud foto diwebsite tidah semudah meng-uploud foto difacebook. Foto diwebsite harus di-uploud satu persatu sedangkan difacebook bisa sekaligus. Cukup melelahkan memang. Tiba-tiba konsentrasiku kembali buyar. Ternyata lantunan lagu dari komputer Bang Ghafur terus mengalir. Sekarang lantunan nasyid dengan judul "Ainul Mardiyah" terdengar syahdu sekali. Melebar dan terus melebar, menangkap seluruh bait-bait lirik lagu yang inspiratif itu dari speaker bermerek Unknowed yang berada desamping CPU.

Dirimu membakar semangat perwira

Rela berkorban demi agama

Kau jadi taruhan berjuta pemuda

Yang bakal dinobat sebagai syuhada

Bla…bla…bla…

Bla…bla…bla…

Reff:


Ainul Mardiyah

Kau seharum kuntuman ditaman surga

Menanti hadirnya seorang lelaki

Untuk menjadi bukti cinta sejati       

Bla…bla…bla…

Bla…bla…bla…

Sebuah sajak yang indah bukan? Dan ternyata, Ainul Mardiyah itu adalah nama bidadari sorga yang dipersembahkan special untuk para syuhada'.

Lagu demi lagu terus berputar. Lagu "Ayah" dari Ebit Gade, "Jangan Menyerah" dari Nidji dan tidak ada lagu "Alamat Palsu" karya Ayu Ting Ting disini. Karena kita tentu akan mendengar lagu-lagu berbobot, bermanfaat dan membawa perubahan saja.

Otak atik website berlanjut sampai matahari kembali keperaduan. Dan satu lagi, AKU LAPAR!!!!☺☺

Kairo [18|1|2012|16:02CLT] menggunakan netbook Bang Afdhal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut