DAI NADA VS AK-47

. . Tidak ada komentar:

Suerr... Iri benget ama tim nasyid Dai Nada. Manggung sana sini, ke Cina, ke Algeria dan yang nggak tahan adalah saat Dai Nada diundang manggung di Prancis! Konon katanya diundang oleh perwakilan UNESCO (Universitas of Sco****?$%) atau apalah kepanjangannya. Yang jelas, aku nyaris menegak sebotol baygon ketika mendapatkan sebuah foto seorang personel tim nasyid tersebut caprat-cepret berlatarkan Menara Eiffel yang dinaungi oleh langit Paris yang indah di album FB-nya.

Hari ini aku kembali terpukul. TIM  NASYID  DAI  NADA  DIUNDANG  MANGGUNG DI  JERMAN. Saat itu aku berada diatas tramco sepulang dari pertandingan futsal di Zahro' menuju Rab'ah. Ketika mendengar berita itu, aku seolah-olah mau meloncat saat benda keras itu melaju kencang. Aku menggelinding hebat dan tewas diinjak keledai penarik gerobak biqia. Semua orang mengerumuniku dan menyelamatkan dompet dan E63 yang ku banggakan.

Jum'at. Semua orang tau kalau Suq Sayyarat macet dan dibanjiri oleh berbagai jenis mobil. Mulai dari mobil ronsokan sampai mobil yang baru dipakai beberapa hari, semuanya dipamerkan untuk dijual kembali. Jalan utama terlihat sesak oleh kendaraan yang merangkak melewati kemacetan. Seekor keledai penarik gerobak ful terlihat meraung-raung sambil menghempaskan batok kepalanya ketiang listrik yang ada karena saking stressnya. (Nyata kalau anda mempercayainya. Hahaha...)

Aku termenung di bangku tramco bagian belakang. Menerawang kaca sambil memikirkan masa depan tim nasyidku. OK! Akan ku ceritakan sedikit karir musikku khusus untuk pembaca yang budiman dan beberapa orang yang spesial bagiku. (Tidak dianjurkan untuk husnuzhan!) :D

Empat tahun lalu, dua orang remaja ganteng lagi tampan lagi soleh lagi indah melakukan pertemuan rahasia di tengah kerumunan orang di pelataran masjid di sebuah Islamic Boarding School. (Lho! pertemuan rahasia ditengah kerumunan orang?) Catat! Nama sekolah itu adalah Ar Risalah  Padang. Hasil pertemuan serius itu mengatakan bahwa mereka harus punya tim nasyid.

Selama beberapa hari mereka melakukan perekrutan personil. Ternyata ada rencana 'jahat' untuk merekrutku diposisi second voice dan bodohnya aku bersedia. Maklumlah, suaraku kan nggak jauh beda sama suaranya Maher Zain dan anda harus mengakui itu! Perawakanku juga sangat mendukung, 1 dari tiga ratus tujuh belas orang mengatakan wajahku mirip Ariel Peter Pan dan cuma 200 saja yang mengatakan wajahku mirip Sule OVJ. Cukup realistis bukan?! Hahaha...

Sekarang 6 porsonil udah ngumpul. Aku, Fikri, Muhajir, Fajrul dan Hizbi. Kami binggung mau dinamai tim nasyid apa. Singkat cerita, akhirnya kami sepakat dengan nama "AK-47" ber-gendre pop-harakah dan seminggu kemudian single hit kami siap lounching. Sebulan, dua bulan, berbulan-bulan lima lagu tercipta. Sejak itu kami mulai sering tampil, mulai dari sekedar hiburan disela-sela pelajaran dikelas, tampil diacara malam mingguan sekolah hingga acara walimahan.

Yang paling mengesankan adalah saat malam perpisahan. Agar tidak larut dalam kesedihan, kami membawakan sebuah lagu ciptaanku sendiri yang bertemakan kebangkitan islam. Karena lagu ini ber-gendre semangat, kami memilih performance penuh action. Dengan pakaian serba hitam, mulai dari kaca mata, topi, celana dan semuanya, layaknya agen FBI berikut pistol mainan.

Jadi skenarionya, kami tidak muncul dari belakang panggung, melainkan masuk melalui pintu depan aula yang berhadapan langsung dengan panggung. Dan pada saat itu instument Mission Imposible diputar. Pintu aula yang sengaja ditutup rapat dan secara bersamaan kami menendang pintu tersebut.

"Darrr" Aksi dimulai. Pintu pun terhempas ke dinding. Semuanya kaget dan sontak mengalihkan pandangan ke sumber suara yang berada di belakang mereka. Semua perhatian tersita oleh tingkah kami. Layaknya seorang agen yang lagi inspeksi sebuah markas teroris, kami mengarahkan pistol tak menentu dan tak tau arah seolah-olah membidik target. Kami bergerilya di antara kursi-kursi dan bangku yang ada menuju panggung. Pokoknya kerenlah dan aku yang paling keren! Bahkan kalian pasti tidak bisa membedakan mana Salman Arif Bin Zulkarnaini Bin Kasam dan mana James Bond! :D

Sialnya , karna saking semangatnya, aku tak sengaja menabrak bangku kepala sekolah aliyah. Waduuh! Malu rasanya, orang pun tertawa terbahak-bahak. (Yahh... Nggak jadi keren deh...)  MANDEH MAH!

Setiba dipanggung. Nasyid dimulai...

Menggapai puncak kemenangan hakiki

Merajut keadilan ******* (lupa liriknya)

Dengan kepal tangan meninggi

Hingga cahaya itu kembali

Reff:
Yakinlah dirimu

Kita bisa menderu maju

Dengan Al Qur'an Sunnah pemandu

Bla bla bla...

Bla bla bla...

Seperti biasa, Hizbi jingkrak-jingrak tak menentu bak rocker kehilangan microphone. Muhajir turun panggung, sok PD menyalami siapa saja yang disukainya, sok udah jadi penyanyi terkenal gitu. Sementara aku dan Fikri stay cool dan nggk banyak gaya. Fajrul enjoy dengan drumnya, bahkan masih bisa menabuh drum ketika salah satu stick drum terlepas dari genggamannya. Ketika nasyid selesai, semua penonton memberikan standing aplouse dan berteriak histeris.

"Tuit...tuit..."

"Lagi... Lagi...!"

Maka aku akui, itu adalah penampilan ter-amazing  kami sekaligus penampilan terakhir di Ar-Risalah. Dan sebelum berangkat ke Mesir, ustad meminta lirik lagu-lagu kami untuk dibuatkan arancement musiknya.

Semenjak itu, karena kebetulan semua personelnya juga kuliah di Kairo, kami masih sempat tampil diberbagai acara. Dan juga pernah tampil dihadapan masyarakat Mesir. Pertama, ketika diajak oleh teman Mesir. Dia seorang Imam masjid di Daerah Itsnain Wannus, Tabbah. Daerah dengan pemukiman kumuh dengan tingkat buta huruf yang tinggi. Didaerah itu juga merupakan target kristenisasi dan dakwah amat sulit diterima disana. Tidak harus ke Cina, Paris dan sebagainya, jujur, kami senang bisa menghibur mereka disana. Mudah-mudahan kehadiran kami bisa membuat dakwah bisa lebih diterima.

Kedua, tampil di Masjid Al Azhar Islamic Center di Dimyat. Pengurus masjid meminta kami tampil dalam acara penutupan i'tikaf. Ketiga saat walimahan salah satu teman Mesir. Kadang sempat terbayang bisa tampil di ACC atau dimana. Ntah kapan... Tapi... Insyaallah :D Lagian, minat nasyidku udah mulai berkurang dihimpit minat tulis-menulis. Ya, kira-kira begitulah…

Aku berhenti menerawang masa lalu. Kayaknya nih tramco nggk bergerak-gerak sejak lima menit terakhir. Keledai yang membenturkan batok kepalanya tadi  kelihatannya sudah tertidur pulas dipelataran jalan berbantalkan trotoar.

Aula Wisma Nusantara, 28/02/2012/02:30 dini hari

Typed by Nokia E63 beloved :)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut