Untukmu Risalahku

. . 7 komentar:


















Separuh jiwaku menolak pergi
Memilih tuk tinggal disini
Derap langkah pun terasa berat
Tercetak relief jejak begitu dalam
Serakku mengucap selamat tinggal
Kepada guru dunia akhirat
Yang menjadi navigasi disaat jalan makin bersimpang
Disaat badai semakin ganas menerjang



Mereka tuangkan selaut ilmu
Kedalam mangkuk otakku disaat dahagaku
Dan kepada benih- benih emas yang selalu tersemat dihati
Teruskanlah goresan tangan
Dengan goresan yang lebih bermakna dan indah
Dobraklah pintu ajaib yang selama ini terpendam


Hari ini ku pergi
Kupatahkan segala tangan bumi yang mencekik betisku
Yang halangi ku tuk pergi
Jujur…
Ku tak kuasa membelakangi papan nama ma’hadku
Yang semakin usang
Air mataku berderai
Ingin rasanya tuk tinggal lebih lama lagi
Tapi…
Aku harus pergi
Dadaku kan selalu membusung dengan sematan segi delapan
Punggungku setia tegak demi deretan huruf penuh makna
“Generasi Penuh Berkah”
Saatnya ku pergi...
Maafkan segala khilaf dan salah

(hehehehe......
ane jadi malu ama Khairul Anwar nih!!!!....)

7 komentar:

  1. perpisahan dalam sastra.........

    BalasHapus
  2. subhanallah man..
    sangat terharu ana..

    "Ku tak kuasa membelakangi papan nama ma’hadku
    Yang semakin usang
    Air mataku berderai
    Ingin rasanya tuk tinggal lebih lama lagi"
    sangat setuju!!!
    Allahu Akbar!!!

    BalasHapus
  3. terharulah sepuas yang antum bisa....
    hehhehe...

    BalasHapus
  4. Asalamualaikum ...

    mau IKutterharu buliah ndak ..??

    keep posting n keep fighting !!!

    BalasHapus
  5. lai bisa terharuu boss koh..??
    he he..

    BalasHapus
  6. asw salman...

    ana mau bagi2 award nih...
    klw g ngerti apa maksudnya, tanya aja..
    ambil dari sini..

    http://ahmadimaduddin20.blogspot.com/2011/03/award.html

    BalasHapus
  7. Assalamu'alaikum. Puisi yang bagus.

    BalasHapus

Tinggalkan Pesan

Arsip

Pengikut